Senin, 17 Desember 2012

Model - Model komunikasi



Model adalah representasi suatu fenomena, baik nyata maupun abstrak, dengan menonjolkan unsur-unsur terpenting fenomena tersebut. Model komunikasi bukanlah fenomena komunikasi itu sendiri, tetapi hanya alat untuk menjelaskan dan mereduksi fenomena komunikasi (Mulyana, 2005:121)


1. MODEL S - R (STIMULUS RESPONS)

>  Model komunikasi paling dasar, dipengaruhi disiplin psikologi

>  Komunikasi sebagai proses “aksi-reaksi”, bersifat timbal balik 

>  Asumsi: kata-kata verbal, isyarat non verbal, gambar-gambar tertentu akan
    merangsang orang lain untuk memberikan respons dengan cara tertentu, 

>  Perilaku manusia dapat diramalkan. Komunikasi dianggap statis

>  Manusia selalu berperilaku karena kekuatan dari luar/stimulus, bukan
    berdasarkan kehendak atau keinginan sendiri 

> Asumsi:  media massa secara langsung, cepat, dan ampuh/powerfull
   atau mempunyai efek kuat atas audience

>  Pesan-pesan  media massa sampai kepada khalayak atau individu tanpa
    perantara


2. Model Komunikasi jarum suntik (hypordemic needle model)
media massa yang dapat menimbulkan efek yang kuat, terarah, segera dan langsung.


                                                                Stimulus – Respon.


Model ini beranggapan :

>  Media massa sangat ampuh dan mampu memasukkan ide pada benak
    komunikan yang tidak berdaya.

>   Khalayak yang tersebar diikat oleh media massa, tetapi diantara khalayak
     tidak saling terhubungkan



3. Model komunikasi satu tahap (one step flow communication)
Model ini merupakan pengembangan model jarum suntik. Model ini beranggapan :

>  Media tidak mempunyai kekuatan yang tetap dan hebat

>  Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, pemahaman dalam ingatan yang
    selektif mempengaruhi suatu pesan.

>  Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda

>  Pesan disampaikan  lewat  media massa langsung kepada komunikan tanpa
    melalui perantara

>  Pesan tidak mencapai semua komunikan dan tidak menimbulkan efek yang
    sama pada setiap komunikan

>   Memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada saluran komunikasi massa      untuk memancarkan efek komunikasi secara langsung


Gambar model komunikasi satu tahap :


sumber/komunikator--->Pesan--->Media massa--> komunikan


NB : Media massa ---> komunikan merupakan tahap satu 



4. Model Komunikasi Massa Dua Tahap (Two Step Flow Communication)

>  Model ini pengembangan dari model jarum hipodermik

>  Pengaruh media  kecil.

>  Khalayak lebih banyak di pengaruhi oleh hubungan antar pribadi, dalam
    menentukan keputusan yang terkait dengan pesan media massa.

>  Model  melahirkan konsep opinion leader sebagai penyebarluasan
    pengaruh media massa.


Gambar model komunikasi dua tahap :

sumber/komunikator --->Pesan ---> Media massa --->
Opinion leader ---> komunikan

NB Media massa  ---> opinion leader merupakan tahap satu
          Opinion leader ---> Komunikan merupakan tahap dua


Kelebihan Model Alir 2 Tahap:

>  Adanya hubungan yang komplementer/saling melengkapi antara komunikasi
    massa dan komunikasi antarpribadi

>  Adanya peranan aktif dari opinion leaders dan cara2 berkomunikasi tatap
    muka

>   Memberikan kerangka kerja yang secara konseptual  untuk meneliti gejala     komunikasi yang kompleks


Kekurangan Model Alir 2 Tahap : 


>  Individu yang aktif mencari informasi hanya opinion leader

>  Proses komunikasi dapat terjadi dalam 2 tahap atau lebih

>  Ketergantungan opinion leader terhadap media massa, tetapi sekarang juga
    melalui saluran2 yang bukan media massa

>  Penelitian : mengabaikan perilaku khalayak berdasarkan “waktu” pengenalan
    ide baru, difusi inovasi

>  Model komunikasi 2 tahap tidak menunjukkan adanya perbedaan peranan
    dari berbagai saluran komunikasi dalam hubungannya dengan tahap-tahap
    inovasi: tahap penyadaran, pembujukan, keputusan, pemantapan

>  Pemisahan khalayak atas opinion leader dan followers diberikan oleh model
    ini

selain model -  model yang sudah saya sebutkan masih banyak lagi model komunikasi yang digunakan untuk oleh pakar komunikasi untuk menjelaskan suatu fenomena. semoga bermanfaat 







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar